Rasulullah SAW: Komunikator Handal

Dec 21st, 2011 | By tama | Category: Featured Articles

Cuplikan perkataan dibawah ini agaknya menjadi penjelas, bagaimana Rasulullah SAW mendapat pengakuan (testimoni) bahkan dari musuh yang membencinya meskipun musuh itu pun mempercayainya. Pengakuan akan kepiawaian komunikasi Al-Amin dalam kiprah seruannya termaktub dari Pembesar Quraisy yang disampaikan pada Tufail bin ‘Amr Ad-Dausy untuk Rasulullah SAW.

——————-

Kata mereka, “Hai Thufail! Kami sangat gembira Anda datang ke negeri kami, walaupun negeri kami sedang dilanda kemelut. Orang yang menda’wahkan diri menjadi Nabi itu (Nabi Muhammad SAW). Ternyata telah merusak agama kita, merusak kerukunan kita, dan memecah-belah persatuan kita semua. Kami kuatir dia akan mempengaruhi Anda pula. Kemudian dengan kepemimpinan Anda, dipengaruhinya pula kaum Anda, seperti yang terjadi pada kami.

Karena itu janganlah Anda dekati orang itu, jangan berbicara dengannya dan jangan pula mendengarkan kata-katanya. Sebab kalau dia berbicara, kata-katanya bagaikan sihir. Perkataannya dapat memisahkan anak dengan bapak, merenggangkan saudara sesama saudara dan menceraikan istri dengan suami.”

——————-

Saudaraku yang baik, para penyeru da’wah kepada ALLOH, yang menebar kebaikan dimana-mana, kualitas yang begitu hebat tampil dari sosok yang selama ini kita kenal. Namun, belum tergali kemampuan yang sepantasnya kita ambil. Rasulullah SAW adalah teladan(uswah) kita. Maka, ambillah warisan berharga itu, warisan yang membuat kita tampil(ukhrijat linnas­) sehingga kita dapat mengoptimalkan salah satu peran kita sebagaimana sabda Nabi, “Khairunnas anfa’uhum linnas”. Sebaik-baik manusia adalah yang paling manfaat bagi sesama.

Wallahu a’lam

*(Komunikasi Dakwah-Buletin Syal Ungu Ed. 4)

  • Share/Bookmark

Leave Comment